INGIN BERPARTISIPASI MENJADIKAN REMAJA BERKUALITAS

  • Home
  • INGIN BERPARTISIPASI MENJADIKAN REMAJA BERKUALITAS
INGIN BERPARTISIPASI  MENJADIKAN REMAJA BERKUALITAS

Ingin Berpartisipasi Menjadikan Remaja Berkualitas

Pendidikan kecakapan hidup dapat membantu para remaja untuk mengembangkan kemampuan diri membedakan perbuatan baik dan buruk. Anak-anak usia 8-14 tahun di desa Sungai Rengit Murni berjumlah 285 orang yang terdiri 150 laki-laki dan 135 orang. Jarak desa ini ke akses jalan raya adalah 9 KM. Kebiasaan buruk anak-anak di tempat ini adalah mulai merokok dan nongkrong-nongkrong sampai larut malam apa lagi tidak masuk sekolah ketika musim pandemic Covid-19. Salah seorang dari orang muda dari desa itu adalah bernama Siti Robbiah. Dia bersedia menjadi fasilitator Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi keuangan (PKHLK).  Dia berani menjadi Fasilitator karena termotivasi kondisi para remaja sebagaimana digambarkan di atas: “Aku mau anak-anak remaja di sini pinter, tahu diri untuk bedakan mana yang baik dan mana buruk. Artinya ada kesadaran diri untuk menjadi seorang yang berkwalitas, punya manfaat bagi keluarga dan orang lain.”

Siti Robbiah (P/25 tahun) adalah mahasiswi tingkat terakhir saat ini di Fakultas Tarbiah dan Keguruan, jurusan Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Radeh Fatah – Palembang. Motivasi dirinya untuk membantu anak-anak remaja disampaikan kepada koordinator wilayah pelayanan untuk ikut Training of Fasilitator PKHLK yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.  Pendampingan kepada remaja yang berkualitas terus diupayakan oleh LPM Sriwijaya dengan membuka kelas Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK) terhitung sejak bulan Oktober 2020 tersebut. Siti Robbiah ditemani oleh Sandra Dhevi membuka kelas PKHLK di desa Sungai Rengit Murni dengan kehadiran anak-anak sebanyak 30 orang. Berawal dari PKHLK ini kemudian dia banyak terlibat untuk kegiatan-kegiatan LPM Sriwijaya.

“Tidak kebayang waktu awal pertemuan, masing-masing anak cerita sendiri, ada yang diam aja, ada yang bawak adiknya yang masih kecil. Seperti pasar. Pokoknya ramai. Ada rasa cemas menghadapi mereka, apalagi mereka kan tidak tahu apa itu PKHLK. Kita ajak nyanyi-nyanyi, menari dan pelan-pelan mereka menuruti kata-kata yang kusampaikan. Ujung-ujungnya bisa kesampaian untuk mengatakan tentang PKHLK.” Ini kisah awal memulai pertemuan pertama untk kelas PKHLK yang dituturkan oleh Siti Robbiah dan mendapat persetujuan dari Sandra Devi.