HARAPANKU PADA KOLAM IKAN LELEKU DARI KEGIATAN FAMILY GATHERING PKHLK

  • Home
  • HARAPANKU PADA KOLAM IKAN LELEKU DARI KEGIATAN FAMILY GATHERING PKHLK

HARAPANKU PADA KOLAM IKAN LELEKU DARI KEGIATAN FAMILY GATHERING PKHLK

Program Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK) merupakan program untuk mengembangkan perilaku positif anak dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari dengan efektif, serta mengelola beragam sumberdaya di tengah pengaruh konsumerisme.  YKKS Semarang sebagai mitra ChildFund  International Indonesia telah mengimplementasikan Program PKHLK sejak tahun 2016 di 4 Desa/Kelurahan dampingan YKKS, salah satunya di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kelompok PKHLK di wilayah dampingan YKKS bernama Omah Cakap. Terdapat 2 Kelompok PKHLK di Desa Tlompakan, dimana satu kelompok yaitu Omah Cakap Tlompakan 2, baru terbentuk pada Bulan September 2021. Omah Cakap Tlompakan 2 memiliki peserta yang berasal dari 2 desa yaitu Desa Muludan dan Desa Semen. Meskipun kelompok ini baru terbentuk, namun dampak dari kelas PKHLK sudah dapat terlihat. Desa Muludan merupakan desa pilot program dusun ramah anak, sehingga program PKHLK terintegrasi dengan program dusun ramah anak sebagai pendidikan non formal. Dalam perjalanan Program PKHLK banyak ditemui cerita inspiratif baik dari fasilitator maupun peserta.

Cerita inspiratif datang dari salah satu peserta PKHLK Omah Cakap Tlompakan 1 bernama Hana Ramadhani Septiningsih berusia 10 tahun.  Hana adalah sosok anak yang tangguh. Sejak ia lahir Hana tinggal bersama neneknya di Dusun Muludan, Desa Tlompakan. Hana menjadi anak dampingan YKKS sejak berusia 4 tahun. Kehidupan hana banyak mendapatkan perhatian dari para tetangga, salah satunya Ibu Hartati selaku penggerak Dusun Ramah Anak  dan Fasilitator PKHLK. Semenjak YKKS melakukan pendampingan Desa Tlompakan, Bu Hartati menjadi kader yang telah banyak menerima pelatihan dari YKKS diantaranya pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dari pelatihan tersebut Bu Hartati menyadari bahwa setiap anak harus mendapatkan hak nya tanpa terkecuali. Bu Hartati yang saat itu mengetahui bahwa Hana belum memiliki akta kelahiran, pada akhirnya memperjuangkan untuk Hana mendapatkan akta dengan status anak ibu. Hal ini disambut baik oleh seluruh warga Dusun Muludan, Desa Tlompakan. Saat ini Hana tumbuh menjadi anak remaja dan aktif mengikuti kegiatan kelas PKHLK.

Hana mengikuti kelas PKHLK sejak bulan September 2020, Hana merasa senang mengikuti kelas PKHLK. Hana menyampaikan mendapatkan banyak pelajaran tentang kehidupan di kelas PKHLK yang tidak di dapat di sekolah. Materi yang Hana paling suka terkait dengan literasi keuangan yang mengajarkan Hana tentang Bagaiamana belajar menjadikan kegiatan menabung sebagai prioritas kebutuhan. Hana menyampaikan saat ini mempunyai tabungan di PKK Dusun Muludan untuk biaya melanjutkan sekolah tingkat SMP ketika sudah lulus  dari SD. Hana tidak ingin membebani neneknya. Hana semakin termotivasi belajar dari kelas PKHLK. Ilmu yang diterima Hana di kelas PKHLK,  diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam program PKHLK, selain ada kelas rutin juga ada beberapa kegiatan pendukung lainnya salah satunya kegiatan yang melibatkan orang tua atau perwakilan dari keluarga peserta yaitu kegiatan Family Gathering.

Kegiatan Family Gathering dilaksanakan untuk memberikan mendorong keluarga memberikan waktu atau kesempatan berkegiatan bersama anak, serta meningkatkan kerjasama anak dan keluarga. Kegiatan Family Gathering telah dilaksanakan setiap tahun selama 3 tahun terakhir di akhir fiskal sebagai puncak dari pertemuan rutin PKHLK. Desain kegiatan Family Gathering tiap tahun berbeda. Pada tahun ini dikarenakan masa pandemi covid 19, Kegiatan Family Gathering kembali dilaksanakan di rumah bersama keluarga dengan tema Ketahan Pangan Keluarga. Kegiatan Family Gathering FY 21 diawali dengan assassment kebutuhan peserta atau kelompok PKHLK. Disepakati terdapat 4 macam kegiatan sesuai dengan kebutuhan peserta diantaranya : Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember (BUDIKDAMBER), Pemanfaatan Pekarangan Rumah, Cooking Class, dan Jajanan Sehat dengan Bahan Lokal. Setiap anak dapat memilih satu jenis kegiatan.
 

Dalam kegiatan Family Gathering yang dilaksanakan pada Bulan Maret 2021, Hana memilih kegiatan Pemanfaatan Pekerangan Rumah. Hana memilih memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk membuat kolam ikan dengan bahan terpal dan bambu. Melalu kegiatan Family Gathering, YKKS memfasilitasi pembelian terpal untuk pembuatan kolam ikan tersebut. Hana memilih memelihara ikan lele, karena baginya ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang mudah dipelihara. Hana meminta bantuan tetangga untuk membuat kolam karena Hana tinggal sendiri bersama nenek.  Peralatan dan bahan lain yang dibutuhkan dalam membuat kolam ikan lele dibeli secara mandiri oleh Hana menggunakan uang tabungan seperti bibit dan makanan lele. Selanjtunya, Hana meminta sisa kangkung tentangga untuk bagian batang sampai dengan akar ditanam di dekat kolam. Hana merasa senang sekali memiliki kolam ikan lele dari kegiatan Family Gathering.

Dengan adanya kolam ikan lele, saat ini kegiatan Hana setiap pagi dan sore memberi makan lele dibantu nenek. Hana berharap hasil dari budidaya lele dapat dijual dan dimakan sendiri.  Hasil penjualan dari ikan akan digunakan untuk kebutuhan Hana dan nenek sehari-hari. Hana menyampaikan segala bentuk pengeluaran yang diambil Hana dari tabungan dicatat dengan baik, agar tahu berapa pemasukan dan pengeluaran.